my minus four

Posted: February 1, 2015 in Uncategorized

the end?

still, i cant let you go

kini, noname sudah tiada lagi.. sudah menghilang saat hari itu, hari terakhir ku bertemu denganmu secara langsung, pertemuan yang singkat dan mengakhiri banyak hal

saat kamu, memanggilku “mbak” dan saat itu hubungan tanpa nama ini sudah menjadi bernama.. dengan nama “saudara”

ku menyadari, seberapa kuatpun aku berjuang… jarak kita takkan berkurang, tembok pemisah ini semakin tinggi, dan kta akan semakin jauh.. karena hanya aku yang berlari….

hari itu aq berhenti, berhenti tentangmu

namun ku sadari, aku masih belum bisa sepenuhnya lepas darimu

saat badai kehidupan datang, saat ku terombang ambing dalam ketidakjelasan dan kehilangan arah

aku mengingatmu, dan menginginkanmu untuk disini.. menemaniku menghadapi semua itu

dan ku pun memanggilmu, meminta tolong padamu..

dan kaupun mengulurkan tanganmu, membantuku bangun dari semua kekacau itu

ku tau, semua itu bukan karena aku berarti untukmu, tapi karena kau baik, orang yang baik

yang mau peduli pada siapapun, bukan hanya aku..

sikapmu yang seperti itu, yang membuatku hormat padamu..

sekaligus membuatku sesak…. karena ku tau, hanya aku yang berharap

dan ku tau, harapan itu kosong

kini kita terpisah lagi ruang dan waktu, terpisah 4 lingkaran waktu

kini waktumu lebih lambat dariku..

tapi langkah hidupku lebih lambat darimu

dan ku ingin menghentikan waktu, waktu dimana kita bisa tertawa bersama karena hal yang sepele dan berbahagia karena hal hal yang remeh seperti saat kita bertanding score-score-an…

selalu mencari cara bagaiman mendapat scor, padahal juga ga dapat hadiah atau tropy

tapi… waktu terus berjalan… dan semakin ku sadari, langkahmu dan langkahku berbeda

kau sudah berulang kali “mengusirku” tapi ku tetap disini, mengikuti langkah langkahmu

berusaha menyamakan langkah denganmu

seperti anak ayam yang mengekor pada induknya

dan mungkin kamu bagiku seperti itu, karena sejak bertemu denganmu… aq belajar banyak hal, aq menemukan mimpiku, menemukan meaning of lifeku, menemukan semangatku, dan menjadi diriku

dan kamu, selalu bisa menenangkanku

seperti terakhir saat sebelum kau pergi ke bumi yang lain

saat kita telpon hanya untuk beberapa detik

kita tak bicara banyak, hanya beberapa kata..

tapi mendengar suaramu, bisa menenangkanku dan membuatku menangis, tangisan yang ku tahan selama berhari hari

saat mendengar suaramu, q merasa lega, q merasa kini ku tak sendiri.. q tidak berjuang sendiri..

karena ada kamu… yang akan selalu bersamaku..yang menemaniku, yang mengerti aku

satu bulan tlah berlalu..

dan sudah beberapa hari ini kita tak saling menghubungi satu sama lain..

mungkin, ini saatnya kita jaga jarak…karena … mungkin tidak ada lagi “kita” tapi hanya da “aku” dan “kamu”

aq kan berhenti untuk tidak mengganggumu lagi, (*bisakah?

aku pun tak bisa berjanji, hanya.. aku berjanji akan berusaha untuk tidak merepotkanmu lagi

karena aku masih punya hati yang bisa tersakiti

mungkin bagimu, aq wanita yang tak punya muka, yang tak punya malu dengan segala tingkahku, mengejarmu

tapi apakah kamu tau, bagi wanita untuk bisa jujur dengan orang yang disukai itu butuh pengorbanan dan keberanian yang tinggi?

dan aku pun juga bisa sakit dengan segala sikapmu, karena aku hanya wanita biasa, yang bisa tersakiti

tapi, rasa sayangku padamu membutakanku…

3 putaran matahari yang sangat panjang, dan ku masih di sini… masih memandangmu

dan masih mendoakanmu dalam tiap doaku

dan masih merindukanmu dalam malam dan hariku

dan dengan bodoh, masih terus berharap padamu

saat “akhir” sudah bisa terlihat

masih berharap pada kesempatan yang sangat kecil, bahwa kamu akan memandangku, dan menarikku dalam langkahmu

harapan yang konyol kan?

tapi ku terus mendoakannya dalam tiap hariku, dan ku masih terus menanti jawaban dari doa doaku

didekatkan dengamu, atau dijauhkan darimu dan didekatkan dengan yang lain

tapi… disini, maaf aku berhenti menyamakan langkahku denganmu

q berhenti, karena sungguh sangat lelah

q tak kan berlari mengejarmu, biarkan aku disini, diam di tempatku, dan berdoa untuk yang terbaik

terbaik buatmu dan buatku..

semakin q berlari mengejarmu, semakin ku tau, berapa jauh jarak antara kita

semakin ku mengharapkanmu, semakin ku tau bahwa kenyataan tidak sesuai harapan

jadi ku memilih berhenti disini…menunggumu.. menunggu jawaban dari-Nya

adakah yang kucari itu kamu, atau belahan jiwa yang lain

aq sudah sampai pada batasku, batasku mengharap padamu…

jika memang aq tidak barokah untukmu, dan kamu tak barokah untukku

semoga allah menjauhkan kita dengann cara yang baik, cara yang barokah

dan jika kita, barokah untuk satu sama lain… semoga allah memberi jalan yang barokah untuk kita

my minus four, seseorang yang mempunyai waktu lebih lambat empat putaran waktu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s